Katipol.com – Panduan Lengkap Cara  Budidaya Belut yang Baik dan Benar Untuk Pemula, Sebelum kita mengetahui lebih detail mengenai ternak belut, alangkah baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa itu belut dan kita juga harus mengenal lebih detail apa saja manfaat dan kegunaan belut, dan pastinya kita juga harus mengetahui pangsa pasar dari belum tersebut. siapa tau saja dengan budidaya belut ini kita bisa jadi milioner kaya raya 😀

Kita memilih berternak belut pasti memiliki tujuan komersial, maka dari itu sebelum kita terjun lebih jauh untuk mengetahui panduan lengkapnya alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pangsa pasar dan prospek dari ternak belut ini.

A. Pengertian Belut

Belut atau yang dikenal dengan bahasa latin Monopterus albus merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi. Dari nilai ekonomi sendiri, belut dapat dijadikan makanan baik secara digoreng dan lain sebagainya, sedangkan jika dipandang dari nilai ekologi belut dapat digunakan sebagai suattu indikator pencemaran suatu ligkungan, dari beberapa penelitian menyimpulkan bahwa belut merupakan hewan yang mudah beradaptasi pada lingkungan yang baik, belum juga hidup pada lingkungan yang alami tidak tercemar, dapat dikatakan juga bahwa lenyapnya keberadaan belut disuatu lingkungan dapat menandakan bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan baik yang tercemar limbah dan lain sebagainya.

belut juga merupakan jenis ikan yang memiliki keunikan tersendiri, sebab menerut penelitian para ahli mengatakan bahwa belut ini tergolong pada jenis ikan hermaprodit atau dengan arti lain belut dapat berubah jenis kelamin, dimana pada usia muda belut akan berjenis kelamin betina, namun dimasa berikutnya yaitu diusia tua belut akan berubah jenis kelamin menjadi jantan.

B. Manfaat yang ada pada belut

dari beberapa sumber yang kami baca dan menurut beberapa peneliti, belut merupakan jenis ikan yang memiliki banyak manfaat dan memiliki gizi yang tigi, yang mana belut ini memiliki manfaat yang baik bagi tubuh jika kita konsumsi, dan berikut ini adalah beberapa manfaat dari belut tersebut

*Mencegah anemia – menurut para peneliti, belut memiliki kandungan zat besi yang tinggi,dan berdasarkan informasi yang kita ketahui bersama bahwa zat besi merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk membentuk hemoglobin secara terus menerus.

*Menjaga kesehatan mata – Dari beberapa sumber literatur yang kita baca mengenai manfaat belut ini juga disebut kan juga dapat menjaga kesehatan mata karna disebutkan bahwa belut memiliki kandungan vitamin A pada dagingnya yang dapat langsung diserap oleh tubuh.

*Menghambat Pertumbuhan sel-sel kanker – selain zat besi dan vitamin A ternyata daging belut juga memiliki arigin yang cukup tinggi, Arigin ini merupakan kandungan yang memiliki fungsi sebagai penghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara

*Memperkuat tulang – perlu kita ketahui bahwa daging belut juga memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi pada dagingnya, yang jika kita mengkonsumsi daging belut ini maka akan dapat memperkuat tulang kita, karena tulang membutuhkan kalsium untuk tetap kuat.

*Menormalkan tekanan darah – manfaat berikut ini memenag belum ada penelitian ilmiah yang mengatakan ini dengan jelas dan sah.Namun, berdasarkan pengalaman orang-orang yang telah banyak mengkonsumsi daging belut ini mereka mengatakan bahwa ketika memakan daging belut tekanan darah mereka dari awalnya tinggi dapat kembali normal

C. Kandungan Gizi pada belut

Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai kandungan Gizi yang terdapat pada daging belut :

                 Zat Gizi                                           Belut

Kalori (cal)                                                         303

Protein (gr)                                                         14

Lemak (gr)                                                          27

Karbohidrat (g)                                                    0

Fospor (mg)                                                       200

Kalsium (mg)                                                      20

Zat besi (mg)                                                      20

Vitamin A (SI)                                                   1600

Vitamin B (mg)                                                   0,1

Vitamin C (mg)                                                    2

Air (gr)                                                              58

*Sumber : wikipedia

Sesuai dengan banyaknya manfaat dan tingginya kandungan gizi pada daging belut tersebut, beberapa survey yang telah dilakukan kepada masyarakat, banyak yang mengatakan bahwa rasa daging dari belut ini cukup enak, renyah dan juga gurih itu sebabnya banyak orang banyak yang menyukai daging belut ini. Dan kita juga telah melakukan survey kepedangang yang ada dipasar, bahwa harga belut ini juga cukup tinggi berkisar antara Rp.60.000 sampai Rp80.000 per kilonya, dan berdasarkan informasi yang kita dapat dari pedangang bahwa belut ini juga banyak dibeli oleh masyaratak.

Nah, setelah kita menjelaskan manfaat dan kandungan gizi yang ada pada belut tersebut, serta kita juga telah melakukan survey langsung kepasar untuk mengetahui pangsa pasar dari penjualan belut ini, apakah kamu tergiur untuk ikut serta dalam beternak belut ini? jika kamu tergilur untuk ikut beternak belut ini, maka berikut ini adalah Panduan Lengkap cara ternak belut yang baik dan benar

  1. Tempat ternak Belut

sebelum kita memulai untuk beternak belut, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan wadah tempat untuk berternak belut. yang dimana tempat ini akan digunakan untuk proses pembudidayaan belut. Nah, tempat ternak belut itu sendiri juga memiliki macam-macam jenis tinggal kita pilih saja berdasarkan selera dan lokasi untuk kita memulai beternak belut.

JENIS-JENIS TEMPAT TERNAK BELUT

  • Kolam terpal

Sarana ternak belut ini tergolong yang paling mudah dan lebih praktis, karena seperti yang disampaikan bahwa belut merupakan jenis ikan yang memiliki kandungan lendir yang cukup tinggi, jika belut mengeluarkan lendiri cukup banyak didalam tempat ternak maka akan menyebabkan air dalam wadah tersebut kualitasnya akan rusak dan akan mengganggu perkembangan budidaya belut ini, oleh sebab itu kita harus rajin untuk memeriksa dan menganti air pada wadah budidaya belut tersebut. Dan dengan wadah menggunakan kolam terpal ini kita akan lebih mudah untuk membuang dan menganti airnya, cukup dengan membuat saluran pembuangan dibagain tengah kolam, hal ini lebih mudah dibandingkan menggunakan bak semen yang membutuhkan mesin untuk mengganti air pada kolam budidaya.

Dan untuk ukuran terpal yang digunakan dalam pembuatan kolam ini tergantung pada jumlah bibit belut yang akan kita budidayakan dalam satu kolam, dan untuk ukuran idealnya yang disarankan adalah 50-100 ekor/M Persegi.

Kolam terpal ini dibentuk mengerucut ketengah kolam, yang mana akan menunjukkan bagian tengah kolam akan lebih dalam ketimbang bagian sekeliling pinggir kolam. Nah keuntungan menggunakan kolam terpal ini adalah kita akan lebih mudah untuk mengontrol kualitas air dan kita akan lebih mudah untuk mengganti air jika sudah tidak bersih.

  • Tong/Drum

Ketika kita memiliki lahan yang sempit untuk beternak belut, cara ini adalah solusinya, dengan kolam berdasarkan tong/drum ini kita tidak membutuhkan tanah yang luas untuk membudidayakan belut.Dan berikut ini adalah beberapa cara untuk membuat kolam ternak belut dari tong/drum :

  1. Kita harus memberishkan bagian dalam tong dengan bersih secara merata
  2. setelah itu langkah selanjutnya adalah kita buat lubang berbentuk memanjang            pada drum/tong
  3. setelah drumtog dilubangi, letakkan drum/tog tersebut pada lahan yang datar serta buat pengganjal pada sisi kanan dan kiri drum/tong, hal ini bertujuan agar ketika angin kencang datang drum/tong tersbut tidak terguling
  4. kita juga tidak boleh lupa untuk membuat salurang pembuang dibawah drum/tong, hal ini bertujuan agar ketika kualitas air tidak baik, kita akan mudah untuk menggangti airnya.
  5. setelah semua proses dilakukan dengan baik, selanjutnya kita harus membuat peneduh yang mana hal ini akan berguna untuk meminimalisir sinar matahari langsung yang mengenai kolam, agar belut tidak kepanasan

Seperti yang kita ketahui bersama salah satu kunci sukses dalam budidaya belut ini adalah media tumbuh belut, jika kita mampu membuat media tumbuh belut dengan komposisi yang pas dan sesuai diluar dari pada faktor pakan, makan pertumbuhan belut akan cepat, namun jika komposisi tidak pas pada media tumbuh, makan pertumbuhan belut juga akan lambat dan bahkan dapat menyebabkan kerugian

Oleh sebab itu, agar kamu tidak salah membuat media tumbuh berikut ini akan kita samapaikan tips yang benar dan sesuai pembuatan media tumbuh belut dengan menggunakan tong/drum sebagai tempat budidaya.

  1. langkah pertama yang harus kita persiapkan adalah kita harus melapisi sisi dari drum/tong dengan lapiasan jerami dengan ketebalan berkisar antara 50-80 cm
  2. Setelah itu kita harus melakukan penyiraman pada jerami dengan sistem mikroorganisma stater, dengan Komposisi 1 liter per drum
  3. Selanjutnya diberi lapisan kompos setinggi 5 cm, bisa juga menggunakan pupuk kandang atau tanah humus
  4. terakhir adalah lumpur kering yang mana hal ini akan membuat wadah budidaya akan lebih subur lumpur kering ini disarankan agar dicampur dengan pupuk TSP 5kg, minimal tinggi dari lapisan ini adalah sekitar 25-30 cm
  5. Nah setelah semua selesai kita lakukan taha perampuangan berikut nya adalah kita harus mengisi drum tersebut dengan kisaran air setinggi 15cm setelah drum/tong tersebut diisi, kita diamkan air dalam drum tersebut selama 2 minggu sebelum kita memasukkan belut kedalam kolam tersbut, tujuannya adalah agar air dan pupuk yang telah dibuat sebelumnya dapat berfermentasi
  • Kolam semen

kolam ini merupakan kolam untuk pembudidayaan belut yang tergolong kolam permanen.yang kita ketahui untuk membuat kolam ini kita akan membutuhkan dana yang cukup besar dibandingkan jenis kolam yang lainnya. untuk keunggulan dari kolam ini yakni kolam tidak akan mudah rusak dan tidak dapat jatuh dibandingkan dengan kolam terpal atau drum, selain itu perawatan kolam ini juga tidak ribet.

  • Kolam berdasarkan dari bahan fiber

selain kolam yang telah disebutkan sebelumnya, kolam berdasarkan bahan fiber ini juga merupakan salah satu pilihan untuk membuat wadah atau tempat untuk budidaya belut yang tentunya kita juga ketahui jenis kolam ini akan membutuhkan biaya yang besar

  1. Cara Memilih Bibit Belut yang Bagus dan Unggul

Setelah kita memiliki wadah atau tempat untuk beternak belut yang sesuai dan baik berdasarkan komposisinya. langkah berikutnya yang harus kita lakukan yaitu memilih benih belut yang terbaik. Dan untuk memilih benih belut yang terbaik ini berikut ini adalah kriteria atau syarat anakan atau bibit belut yang baik untuk dibudidayakan :

   a.  Pilihlah benih belut yang memiliki ukuran sama

kriteria ini merupakan salah satu kriteria yang penting dilakukan saat akan memilih bibit untuk beternak belut, dengan tujuan agar ketika didalam kolam pembudidayaam tidak ada yang besar kecil karena ketika belut berada dalam satu kolam yang sama dengan ukuran belut yang besar kecil maka akan ada dominasi dalam berebutan makanan, yang mana hal ini akan menyebabkan belut dengan ukuran besar akan dapat memperoleh makanan yang lebih banyak dan berkembangnya akan cepat juga, namun pada belut yang kecil akan memperoleh makan yang sedikit, tentunya akan menyebabkan belut tersebut lambat dalam berkembang

             b. Belut Lincah

seperti yang kita ketahui bahwa belut merupakan jenis ikan yang licin dan juga lincah, oleh sebab itu ketika kita ingin beternak belut kriteria ini sangat penting yakni pilihlah bibit belut yang lincah dan licin karena bibit ini akan dapat lebih tahan dalam pembudidayaan

c. Pilih Bibit yang tidak lemas saat dipegang

Krieria ini penting karena seperti yang kita ketahui juga bahwa belut merupakan jenis ikan yang memiliki tubuh keras, jika kita memilih bibit belut yang lemas, maka akan berpotensi cepat mati

d. Bibit bebas luka

hal ini dilakukan agar tidak menularkan penyakit kepada bibit belut yang baik lainnya.

 

  1. Jumlah ideal bibit belum dalam satu kolam

Dalam budidaya belut ini kita membutuhkan ruang yang cukup untuk tempat belut tumbuh, agar pertumbuhan belut yang kita ternakkan dapat tumbuh dengan maksimal.Jika ruang yang digunakan untuk ternak belut ini kecil maka akan terjadi beberapa kemungkinan antara lain pertumbuhan belut akan lambat, belut akan tumbuh dengan ukuran kerdil/kecil, air dalam kolam akan cepat rusak dan akibat lebih parahnya lagi akan menyebabkan kemungkinan belut ada yang mati.

Untuk itu kami menyarankan kepada pemula agar menyebar bibit belut sekitar 50-100 ekor/M2, untuk panjang optimal kepadatan antara 10-12 cm, untuk penyebaran bibit belut kedalam kolam kami menyarankan agar dilakukan pada saat pagi hari atau sore hari karena faktor cuaca dan juga agar belut tidak stres. Bibit belut juga ada yang berasal dari tangkapan sendiri atau alami, untuk itu ketika belut yang ditangkap sendiri ingin dimasukkan kedalam kolam, kami sarankan agar terlebih dahulu belut yang ditangkap secara alami tersebut dikarantina selama 1-2 hari agar belut tersebut tidak terkejut dan stres pada tempat barunya,

  1. Pemberian pakan pada belut

setelah kita menebar bibit belut kedalam kolam ternak, langkah selanjutnya yang harus kita perhatian juga adalah pemberian pakan pada belut. Nah, persentase pemberian pakan ini kami sarankan sekitar 5-20%  dari bobot tubuh bibit belut/hari. namun  persentase ini tidak selamanya dilakukan dengan takaran tersebut, dengan berjalannya waktuk kita juga harus dapat memperkirakan untuk menaikan persentase pakan yang harus kita beri, karena belut yang kita ternak dengan berjalannya waktu juga akan bertambah besar, disini kita dituntut untuk memiliki feeling yang baik dalam memperhatikan perkembangan belut tersebut.

Belut merupakan jenis ikan yang memiliki sifat kanibal, oleh karena itu kami menyarankan agar pemberian pakan harus selalu tercukupi, agar belut yang ada didalam kolam tidak saling memakan ketika lapar, untuk pemberian pakan kami menyarankan agar dilakukan pada sore hari, karena pada umumnya belut akan keluar mencari makan pada sore dan malam hari saja. Nah, pakan yang dapat diberikan kepada belut antara lain : segala jenis cacing (cacing merah, cacing lor dllnya), ikan cere, berudu, pelet, jenis-jenis ulat, dan masih banyak yang lainnya. Kami sarankan agar memberikan pakan yang alami pada belut agar hasilnya lebih baik.

  1. Proses Pemanena Belut

Budidaya belut merupakan budidaya yang tidak perlu memakan waktu yang lama dalam proses pembudidayaannya, dengan perkiraan waktu pembudidayaan sekitar 3-5 bulan saja maka belut sudah dapat untuk dipanen.

yang mana kisaran berat belut dalam waktu 3-5 bulan dalam proses budidaya ini berkisar antara 3-5 ekor/kilonya. yang mana dengan harga jual berkisar antara 50-60ribu/kilo. untuk proses panen kita juga dapat menyesuaikan dengan permintaan pasar dan kita dapat mengaturnya sendiri, ketika ukuran 3-5 ekor terlalu besar maka waktu pembudidayaan dapat dilakukan antara 2-3bulan saja agar ukuran belut tidak terlalu besar.

Nah itulah penjelasan singkat mengenai cara beternak belut untuk pemula semoga bermanfaat dan juga dapat kita aplikasikan dalam usaha ternak belut kita, dari seluruh penjelasan diatas inti utamanya adalah keuletan, kesabaran dan keinginan untuk selalu belajar merupakan kunci sukses untuk melakukan usaha budidaya belut ini.