kacang hijau, budidaya, tanam,

Katipol.com – Cara Menanam Kacang Hijau Untuk Hasil Maksimal. Kacang hijau, mungkin kita semua tidak asing mendengar nama ini, karena kacang hijau dapat dengan mudah kita jumpai dipasar-pasar, kacang hijau ini juga menjadi bahan dasar pembuatan bubur kacang hijau yang sangat nikmat. Kalau anda semua tahu, pasti anda pernah mendengar lagu bubur kacang hijau pernah ada yang dibawakan oleh alam sabu, sarapan bubur. 😀

Nah, sebenarnya budidaya kacang hijau ini dapat dilakukan siapa saja, bukan harus mereka yang memiliki pengalaman, seperti cari pekerjaan saja :D,  Namun, untuk menghasilkan kacang hijau dengan kualitas terbaik anda harus mengikuti proses budidaya dengan benar, dan berikut ini adalah proses budidaya Kacang Hijau yang Baik dan Benar.

  1. Proses Pertama Pemilihan Media Tanam

Dalam buidaya kacang hijau ini media tanam (tanah) adalah faktor utama yang sangat penting, agar kacang hiijau dapat tumbuh dengan baik. Kriteria tanah yang baik untuk memulai budidaya kacang hijau ini adalah tanah lembung yang mana tanah ini mengandung cukup banya zat organik yang sangat dibutuhkan oleh tanaman kacang hijau, yang harus diperhatikan selanjutnya adalah kandungan pH tanah, kriteria pH tanah yang baik untuk budidaya kacang hijau ini adalah dengan kadar pH sebesar 5,8 – 8,0 dengan memiliki tingkat pH terbaik sebesar 6,7. Setelah semua kriteria ini dipenuhi, hal penting lainnya yang juga harus dijaga adalah drainase air yang baik, karena kacang hijau merupakan tanaman yang mudah rusak jika tergenang air, jadi usahakan drainase air dilokasi budidaya kacang hijau terhindar dari genangan air.

  1. Proses Pemilihan Benih

Nah, ketika kita akan melakukan budidaya kacang hijau ini pastinya kita ingin memperoleh hasil yang maksimal, untuk itu perlu anda ketahui pemilihan benih merupakan salah satu cara agar kita memperoleh hasil yang maksimal. Untuk pemilihan benih yang baik sebelum memulai menanam, anda harus melihat keadaan tanah sebagai media budidaya. Jika tanah yang akan digunakan untuk budidaya belum pernah ditanam dengan kacang hijau, maka langkah yang harus kita lakukan adalah menginokulasi benih dengan bibit bakteri rhizobuim. Nah, untuk untuk jenis varietas benih kacang hijau ini cukup banyak diantaranya : Merak, Walet, Nuri, Gelatik dan lainnya.

  1. Proses Penanaman Benih

Untuk proses budidaya kacang hijau ini kami sarankan agar dilakukan pada saat musim kemarau, karena kacang hijau akan sulit tumbuh pada saat musing hujan, jikapun tumbuh maka hasilnya tidak akan maksimal. Jarak tanam yang baik untuk budidaya kacang hijau ini adalah dengan jarak 40×20 cm ini untuk jenis tanaman bercabang dan untuk tanaman tidak bercabang cukup dengan jarak 30×10 cm. Langkah selanjutnya adalah meletakkan benih kacang hijau kedalam lubang disarankan agar setiap lubang 2-3 benih kacang hijau, ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada benih yang tidak tumbuh dengan baik. Setelah benih selesai dimasukkan kedalam lubang, jangan lupa untuk memberikan pupuk organi atau PPC kedalam lubang setelah semua dilakukan baru tutup lubang dengan tanpa dan tidak perlu dipadatkan.

  1. Proses Pemupukan

Untuk memperoleh hasil panen yang maksimal, tanaman harus diberikan pupuk, untuk pupuk yang disarankan dalam budidaya kacang hijau ini adalah Urea dan PPC saat proses pertama kali penanaman benih kacang hijau. Setelah kacang hijau sudah berumur 2 minggu pupuk yang diberikan juga diusah menjadi pupuk POC NASA dalam jangka waktu 2 minggu sekali pemberian pupuk. Nah, ketika kacang hijau sudah mengeluarkan bunga jenis pupuk yang diberikan harus diganti yakni dengan penyemprotan dan penyiraman, hal ini dilakukan agar lebih mempermudah untuk proses penyerbukan kacang hijau.

  1. Proses Pengairan

Proses ini dilakukan ketika benih sudah mulai tumbuh dan menghasilkan kecambah. Hal ini dilakukan agar membantu kacang hijau lebih cepat perkembangannya, hal penting yang harus diperhatikan dalam proses penyiraman ini adalah jangan sampai air tergenang disekitar tanaman kacang hijau karena ini akan membuat proses pertumbuhan tidak baik.

  1. Proses Penyiangan

Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga tanaman kacang hijau dari gulma yang akan dapat mengganggu proses pertumbuhan kacang hijau. Untuk waktu yang disarankan dalam proses penyiangan ini adalah sebelum tanaman kacang hijau mengeluarkan bunga, dan dilakukan hanya 2 sampai 3 kali saja, dan proses ini dilakukan saat musih kemarau saja, karena jika dilakukan saat musim hujan maka akan dapat merusak struktur tanah, dan akan berakibat terganggunya proses pertumbuhan tanaman.

  1. Proses Mengatasi Hama dan Penyakit yang Menyerang Kacang Hijau

Dalam budidaya kacang hijau ini selain faktor musim hujan juga menjadi kendala dalam proses pertumbuhan kacang hijau, hama juga merupakan faktor yang sangat mengganggu pertumbuhan kacang hijau ini. Ada beberapa hama yang terdapat pada budidaya ini yakni lalat kacang, ulat dan bercak daun. Hama ini akan dapat merusak tanaman jika tidak segera diselesailkan. Untuk mengatasi penyerangan hama ini anda dapat menyemprotkan Azordin 15 WSC dan Agrothion 50 EC untuk hama bercak daun, Benlate T 20 WP untuk lalat kacang.

  1. Proses Panen

Untuk proses panen ini dilakukan setelah tanaman memiliki ciri-ciri : daun kacang hijau sudah berwarna menguning dan daunnya sudah mulai gugur serta warna polong sudah hitam dan tampak retak. Kalau masih hijau jangan ia 😀 jika ciri-ciri itu sudah anda temukan maka proses panen dapat dilakukan. Biasanya waktu panen yang baik dilakukan adalah ketika kacang hijau sudah berumur antara 80-100 hari dari mulai ditanam.

Proses pemanen kacang hijau ini dilakukan secara sederhana yakni dengan memetik polong kacang hijau yang sudah menghitam tersebut dengan menggunakan tangan dengan utuh jangan sampai rusak. Setelah semua kacang selesai dipanen dengan baik, selanjutnya adalah anda harus menjemur kacang polong yang berwarna hitam tadi sampai benar-benar kering kemudian setelah benar-benar kering anda masukkan kacang polong hitam tersebut kedalam karung  lalu anda pukul-pukul sampai kucing kacang polong hacur dan kacang hijaunya keluar, jika semua telah selesai maka anda tinggal menjualnya dan bisa mengolahnya menjadi bubur, wiss sedapnya 😀

Cukup sekian dari kami mengenai Proses Budidaya Kacang Hijau yang Baik dan Benar untuk Hasil Maksimal, semoga bermanfaat dan selamat mencoba