Home Bertani Cara Menanam Sayur Bayam Yang Baik dan Benar

Cara Menanam Sayur Bayam Yang Baik dan Benar

cara menanam, sayur bayam

Katipol.com – Cara Menanam Bayam yang Baik dan Benar, Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting (Sumber:Wikipedia). Untuk diindonesia sendiri bayam sangat banyak dibudidayakan karena masih banyaknya juga masyarak yang mengkonsumsi sayuran ini. Dan budidaya bayam ini juga tergolong mudah dan tidak memerlukan waktu pembudidayaan yang lama. Untuk anda yang penasaran untuk mengetahu cara budidaya bayam yang Baik dan Benar, berikut ini adalah caranya.

  1. Pemilihan tanah

Bayam merupakan sayuran yang bisa tumbuh pada musim apa saja baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Keuntungan jika budidaya bayam ini dilakukan pada saat musim hujan adalah kita tidak perlu repot untuk selalu menyiramnya seperti yang kita ketahui bahwa tanaman bayam ini merupakan tanaman yang membutuhkan sangat banyak air.

Untuk tanah yang disarankan dalam budidaya bayam ini adalah tanah yang gembur dan memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi, dan memiliki pH tanah berkisar antara 6-7.

  1. Pemilihan Benih Bayam

Dalam proses budidaya ini anda disarankan menggunakan benih dari biji bayam yang sudah tua jika ingin secara alami, namun jika anda tidak mau repot untuk memproses biji bayam menjadi benih, anda dapat langsung membelinya ditoko-toko yang menjual benih bayam. Nah, untuk kebutuhan benih yang akan kita budidayakan per 10 M2, berkisar antara 2-5 gram atau sekitar 2-5 kg/ha lahan yang digunakan.

  1. Proses Penanaman benih Bayam

Sebelum benih mulai ditanam pastikan terlebih dahulu tanah yang akan digunakan sudah dicangkul ulang atau digembur agar tidak padat, setelah itu dilakukan anda harus membuat lubang-lubang yang akan digunakan untuk menanam benih bayam, dengan kedalaman lubang 20-30 cm unutk jenis bayam cabut dan bayam petik. Anda juga harus membuat bedengan dengan ukuran 1 M, dan panjang dapat dibuat 5 M atau bisa juga lebih, jangan lupa diantara bedengan anda juga harus membuat sebuah parit dengan lebar 30 cm, tambahkan pupuk kandang pada bedengan agar komposisi tanah lebuh subur.

  1. Proses Pemeliharaan

Budidaya ini harus dilakukan pemeliharaan dengan baik dan budidayaan bayam ini ketersediaan air harus terjaga agar bayam dapat cepat tumbuh dan subur. Tidak hanya ketersediaan air, pemeliharaan bayam ini juga dilakukan agar tidak ada hama rumput yang mengganggu, untuk hal ini dapat dilakukan dengan sederhana, yaitu anda dapat mencabut rumput-rumput tersebut dengan tangan.

Hama lain yang mengganggu pertumbuhan bayam adalah ulat daun, ulat ini akan menyerang daun bayam dan meninggalkan bekas gigitan pada daun baya, selain ulat daun hama lain yang menggangung pertumbuhan bayam adalah kutu daun, hama ini akan menghisap cairan daun bayam yang jika tidak segerap diatasi daun bayam akan  rontok.

  1. Proses Pemupukan

Nah, untuk membantu agar bayam dapat tumbuh dengan lebih baik, dibutuhkan pemberian pupuk. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk kandang maupun pupuk kimia. Untuk dosis pemberian pupuk disarankan memberikannya dengan dosisi 10 ton/ha untuk pupuk kandang,  150kg Urea, 100kg TSP, dan KCL  75kg per hektar.

  1. Proses Pemanenan

Proses panen pada budidaya bayam ini tidak lama, hanya memerlukan waktu pembudidayaan selama 3-4 minggu saja dengan tinggi bayar sekitar 20cm, setelah itu bayam dapat dipanen. Proses pemanenan ini dilakukan dengan tangan, anda dapat langsung memetiknya, setelah semua dipanen anda dapat menjualnya kepasar atau mengolahnya sendiri, karna saat ini bayar tidak hanya dapat diolah menjadi sayur saja, namun bayar juga dapat diolah menjadi makanan lainnya seperti keripik dan lain sebagainya yang tentunya memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Demikian artikel kali ini, jika ingin sukses dalam budidaya bayam ini anda harus memiliki kemaunan untuk terus belajar dan memiliki ketelatenan dalam mengurus tanaman ini. Selamat mencoba dan semoga sukses.

SHARE
Loading...
Previous articleCara Mudah Budidaya Ikan Nila Dengan Lokasi Yang Sempit
Next articleCara Menanam Kangkung Yang Baik dan Benar