Beranda Bertani Panduan Lengkap Budidaya Cabe Rawit yang Baik

Panduan Lengkap Budidaya Cabe Rawit yang Baik

cara budidaya, cara menanam, cabe rawit

Katipol.com – Panduan Lengkap Budidaya Cabe Rawit yang Baik. Untuk pembahasan kali ini mungkin anda semua sudah mengetahuinya dan bahkan mungkin anda sudah mengkonsumsinya setiap hari namun kali ini kita tidak bahas cabe cabean ia :D. Kali ini kita akan bahas mengenai cara budidaya cabe rawit yang benar. Banyak diantara kita hanya tahu mengkonsumsi saja dan kita tidak pernah tahu cara menanamnya.

Cabai rawit atau cabai kathur, adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird’s eye chili pepper. Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varietas cabai lainnya, ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000 – 100.000 pada skala Scoville. Cabai rawit biasa di jual di pasar-pasar bersama dengan varitas cabai lainnya.(Wikipedia).

Diindonesia sendiri pemerintah melalui dinas kementrian perdagangan pernah menghimbau agar masyarakat dapat ikut ambil serta dalam pemasokan cabe rawit dengan cara menanamnya melalui pot, agar membantu mengurangi impor cabe rawit dari luar negeri karena seperti yang diketahui bahwa persediaan cabe rawit dinegara kita saat ini tidak memadai untuk permintaan dari masyarakat.

Jika anda bertanya mengenai prospek budidaya cabe rawit ini, maka jawabannya sangat menjanjikan karena seperti yang kita ketahui bahwa diindonesia untuk pemasokan cabe rawit dalam negeri saat ini sangat sedikit. Jika anda ingin melakukan budidaya cabe rawit ini, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dengan baik yakni tanaman cabe ini memerlukan pengairan yang cukup karena tanaman cabe ini sangat membutuhkan air untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk menjaga kelembaban tanah budidaya cabe rawit ini anda dapat melakukannya dengan mengaplikasikan diatas permukaan tanah.

Mulsa ini sendiri memiliki manfaat untuk menutupi tanah dan melindungi tanah dari sinar matahari langsung serta mulsa ini juga berfungsi untuk mencegah penguapan air yang berlebih dan yang lebih pentingnya lagi mulsa ini dapat mencegah penyerangan hama. Dan berikut ini adalah panduan lengkap untuk budidaya cabe rawit.

  1. Pemilihan Bibit Cabe Rawit yang Berkualitas

Dalam budidaya ini jika anda mengharapkan hasil yang baik dan maksimal, anda harus memperhatikan pemilihan bibit yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit berkualitas anda dapat memperolehnya dari perusahaan produsen, tanggal kadaluarsa, ukuran benih harus seragam, dan memiliki varietas. Setelah itu bibit cabai yang diperoleh langsung dilakukan pesemaian terlebih dahulu, yakni dengan cara cabai direndam terlebih dahulu didalam air selama kurang lebih 1 jam hal ini dilakukan bertujuan untuk mempercepat proses perkecambahan dari bibit cabe tersebut, dari proses ini kita akan memperoleh benih yang berkualitas, ini dapat dilihat jika benih yang direndam didalam air tersebut tenggelam.

Untuk varietas yang unggul disarankan untuk anda gunakana adalah CR5243, juwita, dewata, santika dan banyak varietas lainnya, ini merupakan rekomendasi dari kementerian pertanian RI.

  1. Media Tanam dan Penyemaian Bibit Cabe Rawit

Untuk media tanam yang cocok pada budidaya cabe rawit ini yang akan direkomendasikan untuk anda gunakana adalah menggunakan tray yang mana diisi dengan kompos dengan perbandingan 1:1. Saat umur tanaman cabe sudah mencapai 2 minggu, benih cabe sudah dapat dipindahkan kemedia tanam pot,polybag atau langsung ke tanah sekitar perkarangan rumah anda.

  1. Proses Pemeliharan Tanaman Cabe Rawit

Langkah penting lainnya yang harus anda ketahui dan harus anda lakukan secara teratur adalah pemeliharan cabe, pemeliharaan cabe ini dapat dilakukan dengan penyemaian dan penyiraman dan pemupukan.

Untuk proses penyemaian dilakukan setelah cabe berumur kurang lebih 15 hari dari waktu penanaman pertama kali, setelah itu tanaman cabe dapat disiapkan ajir dari kawat atau kayu. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga agar tajuk cabe tetap tegak selama masa pertumbuhan. Tidak hanya penyemaian, tanaman cabe juga membutuhkan proses penyiraman, proses ini dilakukan untuk memperhatikan ketersediaan air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe rawit.

Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah proses penyiangan gulma,ini dilakukan untuk mengatasi tumbuhnya gulma yang dapat mengambil nutri pada tanah yang dibutuhkan oleh tanaman cabe. Setelah semua proses diatas dilakukan secara baik dan teratur anda juga perlu melakukan pemupukan, untuk proses ini dilakukan setelah tanaman cabe berumur kurang dari 60 HST, disarankan anda menggunakan pupuk organik, karena pupuk ini memiliki nutrisi atau pengaruh yang lebih besar, untuk pemberian pupuk ini sendiri dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam satu kali masa tanam sampai munculnya bunga pada tanaman cabe.

  1. Proses Panen Cabe rawit

Untuk pemanena cabe ini sendiri dapat dilakukan saat tanaman cabe ini mencapai 150-180 hari setelah tanam, atau 20-25 minggu setelah proses tanam,  jika sudah masuk pada umur tersebut dan pada cabang tanaman cabe sudah tumbuh buah cabe itu sendiri. Pada umumnya setelah buah cabe rawit sudah banyak tumbuh dipohon cabe maka proses panen sudah dapat dilakukan. Dan pada umumnya tanaman cabe rawit ini sendiri memiliki 2 periode panen yaitu 6 bulan sekali dan 24 bulan, untuk itu anda harus tetap melakukan perawat dan pemeliharaan secara terus menerus agar hama tidak menyerang tanaman cabe rawit ini. Untuk proses panen cabe ini sendiri cukup sederhana, anda cukup memetik buah cabe dari pohon cabe nya menggunakan tangan dan anda juga harus melakukannya dengan baik dan hati-hati jangan sampai merusak pohon cabe, karena pohon cabe yang sudah panen masih dapat tumbuh dan berbuah.

Demikian artikel kali ini, seperti anda ketahui cabe rawit merupakan suatu kebutuhan yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat yang ada diindonesia. Oleh sebab itu prospeknya masih sangat jelas dan menjanjikan jika anda ikut melakukan pembudidayaan cabe rawit ini. Selamat mencoba dan semoga sukses.

 

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaCara Budidaya Semangka dengan Baik untuk Hasil Maksimal
Artikel berikutnyaCara Beternak Puyuh Petelur Yang Baik bagi Pemula