Beranda Bertani Cara Menanam Jahe yang Baik

Cara Menanam Jahe yang Baik

Katipol.com – Cara Menanam Jahe yang Baik. Saat ini jahe merupakan kebutuhan pokok yang digunakan sebagai bahan masakan dan juga jahe ini dapat digunakan sebagai bahan pembuatan jamu yang memiliki manfaat dan rasa yang cukup enak. Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi. Sumber : Wikipedia.

Selain itu didalam kandungan jahe juga memiliki cukup banyak manfaat diantaranya :

  1. Mempercepat metabolisme.
  2. Memperbaiki pencernaan, pada akar jahe terdapat kandungan kosentrasi yang sangat tinggi, sehingga jika anda mengkonsumsinya akan dapat meningkatkan fungsi usus
  3. Antioksidan yang baik, yakni dapat menjaga jantung serta dapat membantu melawan pengerasan dan penyempitan arteri
  4. Menjaga kadar kolestrol pada tubuh,
  5. Membantu mengurangi rasa sakit

Nah, dari manfaat yang dijelaskan diatas inilah yang menjadikan tanaman jahe ini sangat diminati dan banyak dicari oleh mayarakat, kebutuhan jahe diindonesia ini sangat banyak namun persediaannya cukup sedikit, sehingga pemerinta masih harus mengimpor jahe dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Maka dari itu jika anda berminat untuk melakukan budidaya jahe ini maka anda masih dapat memanfaatkan peluang pasar yang cukup menjanjikan ini. Namun, untuk menghasilkan jahe yang baik anda harus memperhatikan cara menanam yang baik berikut ini yang akan kami jelaskan.

Cara Menanam Jahe yang Baik.

  1. Penyiapan Tanah

Untuk menanam jahe yang baik dan menghasilkan buah yang baik, anda harus memperhatikan tanah yang digunakan untuk menanam jahe tersbut. Anda harus mempersiapkan tanah humus atau tanah yang gembur, serta anda juga harus menyediakan sekam padi dan pupuk kandang. Jika semua ini sudah tersedia, langkah berikutnya yang harus anda lakukan adalah anda harus mengaduknya menjadi satu dengan pencampuran 3:1:1 yang artinya 3 ember tanah, 1 ember sekam dan 1 ember pupuk kandung.

Setelah media ini selesai, anda harus menyiapkan polybag dan masukkan kedalam polybag tersebut dengan 3 per 4 bagian, setelah selesai melakukannya anda tinggal memasukkan bibit jahe dan anda tutup kembali menggunakan media yang sudah dicampurkan sebelumnya.

Namun, sebelum menanam jahe tersebut anda disarankan agar membiarkan tanah didalam polybag tersebut dalam waktu satu hari sebelum ditanam dengan bibit jahe. Namun anda juga harus tetap melakukan penyiraman pada tanah yang sudah dimasukkan kedalam polybag tersebut.

  1. Pemilihan Bibit Unggul

Kriteria bibit unggul yang dapat anda gunakan dalam penanaman jahe ini adalah

  • Bibit berasal dari tanaman tua yang mengering dengan umur 9-10 bulan
  • Bibi berasal dari tanaman yang sehat dan tidak diserang oleh hama
  • Bibit tidak memiliki bekas bebar

Untuk langkah pembibita yang baik adalah :

  • Bibit harus anda simpan pada kelembaban dan gelap sampai tumbuh tunas
  • Bibit harus dipotong sesuai dengan kebutuhan yakni 1-2 tunas
  • Potongan bibit harus direndam didalam agrimicin berkadar 0,8% selama kurang lebih 8 jam
  1. Tahapan Pemeliharaan

Agar jahe dapat tumbuh dengan baik, anda harus melakukan pemeliharan yang terus menerus pada tanaman ini, untuk itu ada perlu melakukan hal-hal berikut ini :

a. Untuk pemupukan ini dilakukan setelah jahe berumur 1 bulan, untuk pupuk yang disarankan untuk anda berikan pada tanaman jahe ini yakni Kcl dengan perbandingan 3:4 untuk 1 polybagnya, kemudian pada saat umur jahe 3 bulan anda melakukan pemupukan menggunakan pupuk urea dengan takaran 1 sendok saja pada setiap 1 polybag.

b. Pencegahan Hama dan penyakit

Untuk tanaman jahe ini hama penyakit yang paling berbahaya dan diwaspadai adalah penyakit layu pada tanaman. Untuk pencegahan penyakit ini anda dapat melakukannya dengan memperhatikan kondisi lahan, bibit, rotasi tanaman dan sistem drenase pada lahan tanaman. Tidak hanya itu jahe juga dapat diserang penyakit busuk rimpang, bercak daun, lalat rimpang dan nematoda. Untuk mengantisipasi penyerangan penyakit ini anda dapat memberikan pestisida yang cukup dan teratur pada tanaman jahe.

  1. Tahapan Panen

Untuk pemanenan pada tanaman jahe ini dapat dilakukan setelah jahe memiliki umur 8-10 bulan, proses panen dapat dilakukan dengan membongkar tanah didalam polybag dan anda memberishkan dan memisahkan jahe dari pohonnya menggunakan pisang, setelah itu selesai anda harus memberishkan jahe dari tanah dengan menggunakan air.

Demikian cara menanam jahe yang baik yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat buat anda yang ingin melakukan penanaman jahe ini.

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaPanduan Lengkap Cara Budidaya Mangga yang Benar dan Hasil Memuaskan
Artikel berikutnyaCara Budidaya Ciplukan yang Baik