Beranda Budidaya 5 Proses yang Benar dalam Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula

5 Proses yang Benar dalam Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula

Katipol.com – 5 Proses yang Benar dalam Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula. Diindonesia jamur tiram merupakan komoditi yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat, Jamur tiram ini sendiri sudah banyak di konsumsi dan diolah menjadi berbagai jenis makanan yang sangat enak untuk dikonsumsi, untuk pangsa pasar jamur tiram ini sendiri sangat menjanjikan karena banyak yang memcari jamur tiram ini. Untuk anda yang ingin bergabung dalam budidaya jamur tiram ini masih sangat menjanjikan untuk dijadikan lahan bisnis. Sebelum kita memulai membahas secara detail cara budidaya jamur tiram ini alangkah lebih baiknya anda terlebih dahulu mengetahui secara baik mengenai jamur tiram ini, agar anda lebih mudah dan dapat membudidayakan jamur tiram ini dengan sukses.
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Sumber Wikipedia
Ada beberapa karakteristik jamur tiram yang wajib anda ketahui yakni : Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5–20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu. Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.[4] Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.
Setelah anda mengetahui dengan baik dan mengenal karakteristik dari jamur tiram itu sendiri, langkah selanjutnya adalah cara membudidayakan jamur tiram. Dan berikut ini adalah caranya.

1. Menyiapkan Kumbang

Langkah awal dalam budidaya jamur tiram ini adalah proses persiapan kumbang, kumbang pada budidaya jamur tiram ini berfungsi sebagai tempat untuk merawat bagblog dan tempat untuk menumbuhkan jamur. Biasanya kumbang ini berbentuk bangunan yang berisi rak-rak yang digunakan sebagai tempat baglog. Di dalam kumbung harus ada rak berupa kisi-kisi yang dibuat secara bertingkat. Rak tersebut berfungsi sebagai penyusun baglog. Rangka raknya bisa kamu buat dari bambu atau kayu. Rak harus diletakkan berjajar antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong-lorong agar memudahkan kamu udah melakukan perawatan.
Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat akan membuat kumbang pada budidaya jamur tiram ini diantarany adalah Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak juga dapat kamu buat 2-3 tingkat.
Lebar rak sebaiknya 40 cm dan panjang setiap rus rak 1 meter. Pada setiap ruas rak sebesar ini dapat menampung 70-80 baglog. Kamu dapat sesuaikan rak dengan jumlah baglog yang ingin kamu budidayakan.

2. Mempersiapkan Baglog
Baglog merupakan media tanam yang akan anda gunakan saat akan membudidayakan jamur tiram ini. Untuk pembuatan baglog ini menggunakan bahan utama adalah serbeuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog biasanya dibugkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujunganya diberi lubang. Di lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh keluar.

3. Proses Merawat Jamur Tiram
Perawatan jamur tiram merupakan langkah yang sagat perlu diperhatikan agar budidaya jamur tiram ini dapat berkembang dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat akan melakukan proses perawatan jamur pada budidaya kali ini, yakni diantaranya Sebelum baglognya disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan selama kurang lebih lima hari. etelah itu, potong ujung baglog agar memiliki ruang pertumbuhan lebih lebar. Diamkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja. untukpenyiraman gunakan spray, penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan air. Semakin sempurna pengabutan maka akan semakin baik jamur nya. Lakukan penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung pada suhu dan kelembaban kumbung.

4. Proses Pengendalian Hama
Agar proses pertumbuhan jamur tiram dapat terlaksana dengan baik dan dapat menghasilkan jamur yang banyak, pengendalian hama adalah hal yang harus anda lakukan dengan baik dan rutin, Karena jika budidaya jamur ini sampai terkena hama akan menyebabkan jamur tidak akan dapat berkembang dan bahkan jamur akan mati.
Hama dan penyakit yang menyerang tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkukan maupun jamur itu sendiri. Sehingga tempat budidaya harus dibersihkan dengan penyemprotan formalin pada area sekitar kumbung, secara berkala.

5. Proses Panen Jamur Tiram
Jika anda telah melakukan proses diatas dengan baik dan benar, maka proses terakhir yang akan anda lakukan pada budidaya jamur tiram ini adalah proses panen. Sebelumnya perlu anda ketahui bahwa jamur ini tidak memiliki ketahanan yang lama ketika sudah dipanen dari baglog, oleh sebab itu anda harus mempersiapkan kemungkinan yang mungkin akan terjadi pada jamur tiram yang sudah anda panen, Agar Jamur tiram yang sudah dipanen dapat bertahan lama, disarankan agar anda menyimpannya kedalam lemari pendingin, agar kesegaran dan kualitas jamur tiram dapat tetap terjaga dengan baik.
Jika baglog yang digunakan permukaannya telaj tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 2 minggu sejak pembukaan baglog, jamur sudah mulau tumbuhh dan sudah dapat dipanen. Baglog jamur dapat dipanen sebanyak 5-8 kali, jika perawatannya baik. Baglog yang memiliki berawat sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur kurang lebih 0,7-0,8 kg.
Pemanenan dapat dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya di ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih berserih. Jika masa panen lewat setengah hari saja, maka warna dari jarum tiram akan berubah menjadi kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Jika sudah begini, jamur akan cepat layu dan tidak akan bertahan lama. Perlu diperhatikan bahwa dalam proses panen harus tepat sesuai jadwal. Jarak panena pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan saat ini mengenai 5 Proses yang Benar dalam Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula, Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin melakukan Budidaya Jamur Tiram ini dan selamat mencoba.

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaDjarot-Sihar Sitorus Tiba Di Lapangan Merdeka Medan, Begini Riuh Massa Terdengar
Artikel berikutnyaProses Pembudidayaan Petai yang Baik dan Benar