Home Bertani Proses Pembudidayaan Petai yang Baik dan Benar

Proses Pembudidayaan Petai yang Baik dan Benar

Katipol.com – Proses Pembudidayaan Petai yang Baik dan Benar. Diindonesia secara umum petai merupakan makanan atau sayuran yang sangat banyak diminati, karena memiliki rasa yang cukup enak jika dijadikan lalapan saat makan, namun perlu anda ketahui bahwa petai ini jika dikonsumsi akan menghasilkan bau yang cukup menyengat didalam mulut.
Petai, pete (IPA:pətɛ), atau mlanding (Parkia speciosa) merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polongan (Fabaceae), anak-suku petai-petaian (Mimosoidae). Tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bagian barat. Bijinya, yang disebut “petai” juga, dikonsumsi ketika masih muda, baik segar maupun direbus.Pohon petai menahun, tinggi dapat mencapai 20m dan kurang bercabang. Daunnya majemuk, tersusun sejajar. Bunga majemuk, tersusun dalam bongkol (khas Mimosoidae). Bunga muncul biasanya di dekat ujung ranting. Buahnya besar, memanjang, betipe buah polong. Dari satu bongkol dapat ditemukan sampai belasan buah. Dalam satu buah terdapat hingga 20 biji, yang berwarna hijau ketika muda dan terbalut oleh selaput agak tebal berwarna coklat terang. Buah petai akan mengering jika masak dan melepaskan biji-bijinya.
Biji petai, yang berbau khas dan agak mirip dengan jengkol, dikonsumsi segar maupun dijadikan bahan campuran sejumlah menu. Sambal goreng hati tidak lengkap tanpa petai. Sambal petai juga merupakan menu dengan petai.Biji petai biasanya dijual dengan menyertakan polongnya. Namun, pengemasan modern juga dilakukan dengan mengemasnya dalam plastik atau dalam stirofoam yang dibungkus plastik kedap udara. Sumber: Wikipedia.com

Berikut ini adalah proses pembudidayaan petai.

1. Pemilihan Lokasi Pembudidayaan

Dalam budidaya petai ini pemilihan lokasi merupakan hal yang wajib dan penting anda perhatikan, karena agar tanaman petai dapat tumbuh dan berkembang dengan baik maka media tanam atau lokasi pembudidayaan yang digunakan harus memiliki kesuburan tanah dan ketersediaan air yang cukup. Karena tanaman petai ini memerlukan air untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanaman ini dapat tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 10 sampai 800 meter dari permukaan laut. Budidaya petai biasanya dilakukan dengan teknik monokultur. Namun tak jarang petani petai yang menanam tanaman ini dengan teknik tumpang sari. Tanaman yang biasanya dibudidayakan secara tumpang sari dengan tanaman petai antara lain adalah keladi dan kacang tanah.

2. Pembibitan

Setelah anda menemukan lokasi atau media tanam yang ideal untuk budidaya petai ini, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting yang harus anda lakukan adalah proses pembibitan. Tanaman ini dapat tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 10 sampai 800 meter dari permukaan laut. Budidaya petai biasanya dilakukan dengan teknik monokultur. Namun tak jarang petani petai yang menanam tanaman ini dengan teknik tumpang sari. Tanaman yang biasanya dibudidayakan secara tumpang sari dengan tanaman petai antara lain adalah keladi dan kacang tanah.
Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah proses persiapan lahan, sebelum andan melakukan proses penanaman anda harus memastikan terlebih dahulu lahan yang digunakan bersih dan bebas dari rumput pengganggu. Sebelum proses penanaman dimulai, lahan terlebih dahulu harus disiapkan dengan cara dibersihkan dari gulma dan digemburkan. Jika tingkat keasaman lahan tidak seimbang, maka perlu dilakukan pengapuran. Pemberian pupuk juga merupakan tahap penting dalam persiapan lahan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 x 40 cm dan dengan kedalaman 40 cm. Tambahkan pupuk kandang dengan ketebalan 10 cm sebagai pupuk dasar.

3. Proses Penanaman

Proses berikut ini anda lakukan setelah bibit tumbuh dan sudah siap untuk dipindahkan kelahan yang akan digunakan untuk proses pembesaran tanaman. Biasanya proses ini dilakukan apabila bibit telah berusia minimal 6 bulan. Penanaman idealnya dilakukan pada musim penghujan. Pilihlah bibit yang sudah memiliki daun yang tua.
Anda harus mengambil bibit dari dalam polybag dengan hati-hati, usahakan anda meletakkan bibit kelahan pembesaran dengan mencabut akar-akarnya juga jangan sampai akar putus atau rusak, karena jika itu terjadi maka petai tidak akan dapat tumbuh.
Pastikan untuk memadatkan tanah timbunan dan usahakan penimbunan tidak menutupi bekas okulasi karena hal tersebut akan dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur pada batang. Hal terakhir yang harus dilakukan dalam cara menanam bibit petai adalah menyiram tanah dengan tujuan merapatkan pori-pori tanah.

4. Proses Perawatan

Pada dasarnya tanaman petai ini merupakan jenis tanaman yang tidak begitu memerlukan perawatan secara khusus. cukup dengan anda melakukan perawatan dengan membersihkan lahan dari gulma atau rumput pengganggu yang tumbuh disekitaran tanaman petai ini. selain itu anda juga harus memberikan pupuk agar tanaman petai ini dapat tumbuh dan berbuah dengan baik. Salah satu bagian terpenting dalam perawatan adalah pemberian pupuk secara berkala. Jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk kandang. Anda dapat memberikan pupuk setelah tanaman berumur 4 bulan. Cara pemberian pupuk yang baik adalah dengan membuat lubang di sekitar akar lalu meletakkan pupuk di dalam lubang tersebut kemudian menimbun kembali lubang tersebut dengan tanah.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Proses Pembudidayaan Petai yang Baik dan Benar semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin melakukan pembudidayaan petai ini. selamat mencoba dan semoga sukses.

SHARE
Loading...
Previous article5 Proses yang Benar dalam Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula
Next articleCara Budidaya Tomat yang Baik Bagi Pemula