Home Budidaya 4 Tahapan Sukses Budidaya Sukun yang Baik

4 Tahapan Sukses Budidaya Sukun yang Baik

Katipol.com – 4 Tahapan Sukses Budidaya Sukun yang Baik. Diindonesia Buah Sukun merupakan buah yang sudah memiliki pasar tersendiri, karena buah ini memiliki rasa dan tekstur yang empuk dan enak jika dikonsumsi.

Sukun adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti” (Ingg.: breadfruit; Bld.: broodvrucht, dll.). Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata “sukun” dalam bahasa Jawa berarti “tanpa biji” dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. “Moyangnya” yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi (Minang). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis. Sumber. Wikipedia.com

  1. Pemilihan Pembibitan Sukun

Agar budidaya sukun dapat berjalan dan berkembang dengan baik, pemilihan pembibitan merupakan hal yang wajib anda perhatikan dengan baik. Ada beberapa cara pemilihan pembibitan sukun yang perlu anda lakukan yakni pertama adalah menggunakan stek pucuk. Stek pucuk dapat menanggulangi masalah bibit yang terlalu lama dalam polibag. Kemudian bisa juga menggunakan okulasi. Dengan menggunakan okulasi, anda akan memperoleh benih yang banyak dalam waktu relatif singkat. Atau anda juga bisa menggunakan tunas akar alami dan atau cangkok. Dari beberapa cara tersebut, cara yang paling mudah adalah menggunakan metode stek. Jika anda baru saja mengawali budidaya, anda bisa mencari bibit dari penjual bibit. Pastikan anda mencari bibit dari indukan yang berkualitas dan unggul agar hasil panen yang anda peroleh juga menghasilkan.

  1. Persiapan Lahan Tanam

Agar budidaya sukun ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, anda harus memperhatikan atau mempersiapkan lahan yang ideal yang akan digunakan saat akan melakukan pembudidayaan sukun ini, idealnya lahan yang digunakan untuk budidaya sukun ini adalah lahan yang memiliki ketersediaan air yang cukup, Kemudian cara menanam dilakukan di sore hari agar mengurangi penguapan. Kemudian siapkan lahan sebelum bibit ditanam dengan dibersihkan dari semak, batuan, dan rumput. Jarak tanam untuk sukun adalah 12 meter atau 15 meter persegi. Pasang patok atau bilah dari bambu agar lebih mudah.

  1. Pembuatan Lubang Tanam Sukun

Anda juga harus memperhatikan pembuatan lubang tanam pada budidaya sukun ini, agar sukun dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Secara umumnya lubang tanam ideal yang dibuat dalam budidaya sukun ini adalah dengan ukuran kubik 75 cm. Lubangnya harus besar karena pertumbuhannya cepat dan besar sehingga agar pertumbuhannya baik. Kemudian pastikan tanah galian dipisah antara tanah bagian atas dan bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang. Pastikan lubang sudah disiapkan 2 minggu sebelumnya agar terkena sinar matahari untuk mematikan bibit penyakit dan hama. Jika tanah memiliki pH tinggi dapat diturunkan dengan kapur.

  1. Langkah Penanaman Sukun

Agar tanaman sukun ini dapat tumbuh dengan baik, maka anda harus memperhatikan langkah penanaman sukun berikut ini. Pertama anda harus memastikan bahwa lahan yang akan ditanami sukun sudah bersih dan terbebas dari gulma, Pastikan lubang yang anda siapkan sudah memenuhi ukuran yaitu jarak tanam 12 sampai 15 meter persegi dan lubang dengan ukuran 75 cm kubik. Tanah bagian atas yang untuk menutupi lubang sudah dicampur dengan 1 blek pupuk kandang. Kemudian siapkan bibit. Buka penutup bibit. Masukkan bibit ke dalam lubang. Timbunlah dengan tanah bagian bawah dulu (tanah biasa) baru dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Saat penimbunan berikan pupuk NPK sebanyak 100 gram setiap lubang. Beri sedikit air agar tanah dapat dimampatkan sehingga posisi tanaman akan menjadi lebih kuat dan kokoh. Setelah selesai tanaman tinggal dirawat dengan disiram teratur. Selalu periksa kondisi tanaman, pastikan kondisinya sehat selalu terhindar dari hama dan lakukan perawatandan anda juga harus memelihara kondisinya dengan baik.

Demikian artikel yang kali ini dapat kami sampaikan mengenai 4 Tahapan Sukses Budidaya Sukun yang Baik semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin melakukan proses budidaya sukun ini.

SHARE
Loading...
Previous articleCara Budidaya Jeruk Manis yang Baik
Next articleTeknik Budidaya Matoa yang Benar